Psikologi II

Perkembangan pada Anak

1.Psikologi perkembangan merupakan cabang psikologi yang mempelajari perubahan tingkah laku dan kemampuan sepanjang proses perkembangan individu dari mulai masa konsepsi sampai mati. Karena remaja sulit didefinisikan secara mutlak, maka penulis mendefinisikan pengertian remaja dari sudut pandang batasan remaja menurut WHO. Remaja adalah suatu masa pertumbuhan dan perkembangan dimana individu berkembang dari saat pertama kali ia menunjukkan tanda-tanda seksual sekundernya (fisik) sampai saat ia mencapai kematangan seksual serta mengalami perkembangan psikologi dan pola identifikasi dari kanak-kanak menjadi dewasa. Perubahan fisik yang terjadi merupakan gejala primer dalam pertumbuhan remaja. Pertumbuhan badan menjadi lebih tinggi dan panjang, mulai berfungsinya alat reproduksi (ditandai dengan haid pada anak perempuan dan mimpi basah pada anak laki-laki) serta tanda-tanda seksual sekunder yang mulai tumbuh. Secara umum batasan usia remaja adalah sekitar 13– 21 tahun. Masa remaja menghadapi kondisi pencarian identitas. Remaja berusaha untuk menjelaskan siapa dirinya, apa peranannya di masyarakat dan cenderung merasa tidak puas dengan keberadaan dirinya, sehingga berusaha untuk menarik perhatian dari lingkungan.

Aspek– aspek perubahan pada fase remaja :

a. Aspek fisik

Meliputi perubahan hormonal :

– Fungsi reproduksi

– Ciri seksual sekunder

– Perubahan fisik (tidak seimbang)

– Perubahan suara

– Peningkatan energi

b. Aspek psikologis

–  Meningginya dorongan perasaan kaku atau ego, sehingga cenderumenentang     terhadap otoritas, senang protes, membangkang, mengkritik, egois dan egosentris.

– Emosi mudah meluap, perasaan diri merasa“super ”

– Konflik emosional, suasana hati mudah berubah

– Mencari identitas atau jati diri, senang tampil beda, suka mode, mulai merokok,                   suka kebut-kebutan,membual,berpetualang.

-Meningkatnya fungsi kognisi, besar rasa ingin tahu, idealisme tinggi
-Ketertarika terhadap lawan jenis
-Kebutuhan narsistik (cinta pada diri sendiri)

B.     Ciri– ciri sekunder

Berikut ini adalah bagian ciri-ciri seks sekunder pada pria dan wanita.

Wanita                                                                                                 Pria

1.Tumbuhnya rambut pubik /                                      1.Tumbuhnya rambut pubik/kapok halus

kapok halus disekitar                                                  disekitar kemaluan dan ketiak

kemaluan dan ketiak.

2. Bertambah besarnya buah                                       2. Terjadi perubahan suara

dada

3. Bertambah besarnya pinggul                                   3. Tumbuh kumis/ tumbuh jakun

2.  Yang dimaksud dengan motorik ialah segala sesuatu yang ada hubungannya dengan gerakan-gerakan tubuh.

Dalam perkembangan motorik, unsur-unsur yang menentukan ialah
1. Otot,
2. Saraf, dan
3. Otak.

Ketiga unsur itu melaksanakan masing-masing peranannya secara “interaksi positif”, artinya unsur-unsur yang satu saling berkaitan, saling menunjang, saling melengkapi dengan unsur yang lainnya untuk mencapai kondisi motoris yang lebih sempurna keadaannya. Selain mengandalkan kekuatan otot, rupanya kesempurnaan otak juga turut menentukan keadaan. Anak yang pertumbuhan otaknya mengalami gangguan tampak kurang terampil menggerak-gerakan tubuhnya.

3. Perubahan yang paling dirasakan oleh remaja pertama kali adalah perubahan fisik. Terjadi pubertas yaitu proses perubahan yang bertahap dalam internal dan eksternal tubuh anak-anak menjadi dewasa. Perubahan hormon termasuk hormone seksual membuat remaja menjadi tidak nyaman dengan dirinya dan juga sekaligus jadi sering terlalu fokus pada kondisi fisiknya. Misalnya : remaja jadi sering berkaca hanya untuk melihat jerawat atau poninya, jadi terlalu resah dengan bentuk tubuhnya, dan sebagainya.

Pada masa remaja ditandai dengan adanya pertumbuhan fisik yang cepat. Keadaan fisik pada masa remaja dipandang sebagai suatu hal yang penting, namun ketika keadaan fisik tidak sesuai dengan harapannya (ketidaksesuaian antara body image dengan self picture) dapat menimbulkan rasa tidak puas dan kurang percaya diri. Begitu juga, perkembangan fisik yang tidak proporsional. Kematangan organ reproduksi pada masa remaja membutuhkan upaya pemuasan dan jika tidak terbimbing oleh norma-norma dapat menjurus pada penyimpangan perilaku seksual.

Perkembangan atau pertumbuhan anggota-anggota badan remaja, sebagaimana dikemukakan oleh Monks dkk. (1994), kadang-kadang lebih cepat daripada perkembangan badan. Oleh karena itu, untuk sementara waktu, seorang remaja mempunyai proporsi tubuh yang tidak seimbang. Hal ini akan menimbulkan kegusaran batin yang mendalam karena pada masa remaja ini, perhatian remaja sangat besar terhadap penampilan dirinya. Jadi remaja sendiri merupakan salah satu penilai yang penting terhadap badannya sendiri sebagai stimulus sosial. Bila sang remaja mengerti badannya telah memenuhi persyaratan, sebagaimana yang diharapkan oleh lingkungan sosialnya, maka hal ini akan berakibat positif terhadap penilaian diri.

4. Berat otak bayi baru lahir adalah sekitar ¼ dari berat otak ketika dewasanya. Ketika berumur 2 tahun berat otak berubah menjadi ¾ dari otak ketika dewasa. Pada usia 6 tahun, otak hampir seukuran dengan otak orang dewasa, tetapi pertumbuhan dan perkembangan fungsionalnya bergantung pada gizi yang benar seperti protein, zat besi,iodin,zinc,vit A, B6, dan asam folat.

Advertisements

Pengantar Pendidikan

Bagaimanakah Bimbingan dilakukan oleh Orangtua selaku Pendidik ?

Kehidupan manusia baik di lingkungan masyarakat , sekolah maupun keluarga mempunyai masalah yang jenisnya boleh beda. Demikian juga setiap individu akan menghadapi berbagai jenis masalah yang berbeda satu sama lain. Untuk itu setiap individu perlu bimbingan yang berbeda pula sesuai dengan jenis masalahnya.

Orangtua sebagai orang dewasa yang bertanggungjawab terhadap anak-anaknya harus pula mampu memberikan bimbingan, agar anak-anak tersebut mampu menjadi manusia yang berpribadi dan berguna bagi masyarakat.

Ada beberapa petunjuk yang perlu diperhatikan orangtua sebagai pendidik dalam membimbing.

  1. Usahakan suasana yang baik dalam keluarga, orangtua perlu membimbing anak agar memiliki perasaan cinta-mencintai, tolong-menolong, kasih sayang antar anggota keluarga. Didalam suatu keluarga yang baik akan terdapat kejujuran, kesetiaan, keteguhan hati, kesabaran, kerajinan, kerapihan dan kebersihan diantara anggota-anggota keluarga.
  2.  Tiap-tiap anggota keluarga hendaklah belajar berpegang pada hak dan tugas,kewajiban masing-masing.

3. Orangtua hendaklah mengetahui tabiat dan watak anak-anak.

4. Hindarkan segala sesuatu yang dapat merusak pertumbuhan jiwa anak-anak.

5. Biarkan anak bergaul dengan teman di luar lingkungan keluarganya.

Psikologi

Pengertian Psikologi menurut para ahli :

● Branca (1964) & Sartain DKK (1967) : Psikologi adalah ilmu tentang tingkah laku (overt behavior & inner behavior).

● Woodworth & Marquis (1975) : Psikologi adalah ilmu tentang aktivitas-aktivitas individu (motorik, kognitif dan emosional).

● Ensiklopedia Pendidikan, Poerbakawatja dan Harahap (1981) : Psikologi sebagai cabang ilmu pengetahuan yang mengadakan penyelidikan atas gejala-gejala dan kegiatan – kegiatan jiwa.

● Chaplin (1972) dalam Dictionary of Psychology : Psikologi adalah ilmu pengetahuan mengenai perilaku manusia dan hewan, juga penyelidikan terhadap organisme dalam segala ragam dan kerumitannya ketika mereaksi arus dan perubahan alam sekitar dan peristiwa-peristiwa kemasyarakatan yang mengubah lingkungan.

● George A. Miller (dalam buku ”Psychology and Communication) : Psikologi adalah ilmu yang berusaha menguraikan, meramalkan, dan mengendalikan peristiwa mental dan tingkah laku.

● Henry Gleitman (dalam Syah, 1995 : 8) : Psikologi sebagai ilmu pengetahuan yang berusaha memahami perilaku manusia, alasan, dan cara mereka melakukan sesuatu, dan juga memahami bagaimana makhluk tersebut berpikir dan berperasaan.